
Pada 10 September 2013, Arief dan Diyan pertama kali bertemu di Sekolah Menengah Pertama melalui dua organisasi berbeda, PMR dan Paskibra. Arief melihat Diyan saat latihan PMR, lalu mencari tahu tentangnya melalui buku organisasi yang memuat nomor HP Diyan. Malam itu juga Arief mengirim SMS dan menyatakan perasaannya. Diyan meminta Arief mengungkapkannya secara langsung, dan Arief pun melakukannya dengan berani.


